Esepsi 5 Terdakwa Suap PON Riau Ditolak Hakim

logo PON riau

Harapan lima terdakwa suap PON Riau mendapat keringanan pupus. Esepsi mereka ditolak hakim Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru.

Riauterkini-PEKANBARU-Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Menolak nota keberatan (esepsi) yang diajukan lima dari tujuh terdakwa kasus korupsi suap revisi perda Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau.

Penolakan majelis hakim tersebut, menilai bahwa dakwaan yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) M Rum SH dan Anang Suprihatna SH, sudah sesuai dengan materi dakwaan.

” Mengingat dan menimbang, esepsi terdakwa Mohd Roem Zein, Zulfan Heri, Abu Bakar Sidik, Tengku Muhaza dan Turoechan Asy’ ari. Terpaksa kami tolak. Karena dakwaan perkara yang didakwakan jaksa sudah sesuai dengan materi dakwaan,” terang Ida Ketut Suarta SH, selaku ketua majelis hakim, pada sidang lanjutan kasus suap revisi perda PON Riau, dengan agenda putusan sela, Selasa (23/4/13).

Pada sidang sebelumnya, lima dari tujuh anggota dewan mengajukan nota keberatan kehadapan sidang. Karena, surat dakwaan JPU KPK, tidak berisi uraian uraian secara cermat, jelas dan lengkap mengenai tindak pidana korupsi. Sebagaimana syarat syarat yang telah ditentukan dalam Pasal 143 ayat 2 huruf b KUHAP.

Usai membacakan penolakannnya pada putusa sela tersebut. Majelis hakim kemudian menutup persidangan dan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi saksi.

Seperti diketahui dalam JPU, ketujuh terdakwa dihadirkan kepersidangan. Karena didakwa terlibat ikut dan turut serta terjadinya kasus suap, pada pembahasan perda No 6/2010 PON Riau.

Dimana sebelumnya pada bulan Desember 2011 hingga bulan April 2012 bertempat di Gedung DPRD Riau, Jalan Sudirman dan disebuah rumah di Jalan Aur Kuning.

Keempat terdakwa, Abu Bakar Sidik, Tengku Muhaza, Zulfan Heri dan Turoechan Asy’ ari, telah bermufakat menerima hadiah ataupun imbalan berupa uang yang diyakini sebagai uang lelah dari Eka Darma Putra, PNS Dispora (terpidana 3,5 tahun) dan Lukman Abbas, mantan Kadispora Riau, (terpidana 5,5 tahun).

Uang tersebut merupakan pemberian dari Rahmad Saputra (terpidana 3 tahun), KSO PT PP, kontraktor pelaksana pembangunan main stadion venue PON. Sebagaimana pemberian hadiah tersebut atas perubahan perda pembangunan venue PON.

Penerimaan imbalan itu bermula, dimana keempat terdakwa dan tiga terdakwa lainnya serta Iwa Sarwani Bibra. Telah menyepakati adanya perubahan perda untuk pembangunan main stadion tempat penyelenggaraan PON.

Atas perbuatan keempat terdakwa, mereka dijerat dengan Pasal 12 huruf a Undan Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang no 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang Undang No 31 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.***(har)

Tags: , , , ,

About riauku

myself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: