PSPS Digilas PERSIB

Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya babak belur. Inilah penampilan PSPS ketika menghadapi Persib Bandung di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (27/2) sore. Sempat unggul ketika laga baru berjalan dua menit, PSPS justru babak belur di babak kedua. PSPS pun kalah dengan skor telak, 1-4.

Kekalahan ini menghentikan tradisi bagus PSPS yang tak pernah kalah sejak Liga Indonesia VI bermain di Stadion Siliwangi. Tak hanya itu, hasil ini juga sekaligus menghentikan penampilan impresif PSPS yang tak

Manajer PSPS, Boy Sabirin mengakui secara permainan Persib memang luar biasa di laga ini. ‘’Persib dalam kondisi tertekan karena berada di zona degradasi sebelum laga. Makanya mereka bermain habis-habis untuk menrebut kemenangan,’’ ujarnya saat dihubungi.

‘’Sebenarnya di awal pertandingan kami sempat diuntungkan oleh gol cepat Makan Kanote dan berharap bisa bertahan memimpin dan minimal bermain imbang. Tapi, lawan tampil luar biasa di babak kedua dan ini harus kami akui,’’ tambahnya.

Ya, dalam laga kemarin, PSPS unggul lebih dulu di menit ke-2 setelah Makan Kanote memanfaatkan bola liar tendangan bek Persib yang juga mantan pemain PSPS, Supardi. Namun berselang 22 menit, Supardi membayar kesalahannya dengan mencetak gol penyamaan 1-1 lewat tendangan spekulasi dari luar kotak penalti.

Skor 1-1 ini bertahan hingga turun minum karena kedua tim gagal memanfaatkan peluang mencetak gol. Di babak kedua, Mundari melakukan beberapa pergantian pemain dengan memasukan M Isnaini dan menarik keluar Lee Su Hyong. Perubahan ini justru membawa petaka.

Persib justru semakin menguasai lini tengah. Alhasil di menit ke-56, Sergio Van Dijk berhasil mencetak gol lewat sundulan usai memanfaatkan umpan crossing, Dzumafo Epandi Herman. Kiper PSPS, Amin Syarifudin terkecoh karena bola sundulan pemain naturalisasi tersebut berbelok setelah membentur dada Bobby Satria.

Tertinggal 1-2, permainan PSPS semakin kacau. Pemain Persib justru mendikte permainan. Bahkan, gawang PSPS kembali bobol untuk ketiga kalinya di menit ke-71 setelah umpan sundulan M Ridwan justru mengarah ke gawang PSPS di saat bersamaan kiper PSPS, Amin Syarifuddin terlanjur maju.

Mantan kapten PSPS, Dzumafo Epandi Herman melengkapi pesta Persib lewat gol penalti di menit ke-80. Penalti diberikan wasit setelah bek PSPS, Jaques Joel Tsimi handsball di kotak terlarang saat mencoba menahan tendangan Dzumafo. PSPS mencoba mengejar gol tapi gagal hingga laga usai.

‘’Kami berhasil mencetak gol lebih dulu. Tapi terus terang, anak-anak kesulitan untuk mengantisipasi serangan-serangan Persib, terutama crossing-crossing mereka. Saya cukup puas dengan permainan anak-anak dan kekalahan kami saya terima dengan fair,’’ ujar pelatih PSPS, Mundari Karya.
Sementara itu, striker Persib Dzumafo Epandi Herman merendah usai pertandingan. ‘’PSPS main cukup percaya diri. Mereka menyulitkan kami.

Mungkin kami menang karena keberuntungan. Bisa dilihat dari gol yang tercipta. Ada yang kena kaki lawan baru gol, ada penalti bahkan Ridwan yang mau memberikan umpan justru bolanya masuk ke gawang PSPS tanpa sengaja,’’ ujar mantan pemain PSPS ini.

Kekalahan ini membuat PSPS terlempar ke posisi 10 dari peringkat delapan klasemen sementara. Sedangkan buat Persib, tambahan tiga poin membawa Maung Mandung meninggalkan dasar klasemen. Dengan raihan sembilan poin, mereka kini melesat ke peringkat tujuh.(das)

Tags:

About riauku

myself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: