Roem Zein Tertunduk Dengar Rekaman Dirinya Minta Upah Lelah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah sempat bersikap bingung dalam persidangan, akhirnya tersangka suap PON Roem Zein tak berkutik. Anggota DPRD Riau itu tertunduk lesu begitu jaksa memutar rekaman ia minta upah lelah.

Riauterkini-PEKANBARU-Kendati sering menjawab pertanyaan majelis hakim dan jaksa dengan kata tidak tahu dan pura pura bingung.

Akhirnya, Muhammad Roem Zein, anggota DPRD Riau yang bersaksi di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru Kamis (26/7/12) siang tadi. Tidak dapat berkutik, ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Risma Ansari SH, Asrul Alimin SH dan Nurul Widiasih SH, membuka rekaman percakapan antara saksi dengan Muhammad Dunir (anggota DPRD Riau yang telah ditetapkan sebagai tersangka).

Dimana dalam percakapan itu, diketahui, kalau M Roem Zein yang bersaksi dipersidangan kasus suap PON dengan terdakwa Eka Darma Putra itu, mempertanyakan uang lelah kepada M Dunir.

” Macam mano anu tu Pak Dunir, ni kawan kawan dah pada ngantuk menunggu ni,” kata Roem Zein dalam percakapannya.

“Sabarlah dulu Bang, ini masih diupayakan,” jawaban telepon dari M Dunir.

Mengetahui adanya rekaman percakapan itu, raut wajah Roem Zein langsung berubah, dan dirinya mengakui, kalau yang berbicara itu dirinya.

Saksi yang merupakan anggota Panitia Khusus (Pansus) dalam pembahasan perda no 5/2008 dan no 6/2010 untuk main stadion PON. Mengaku tidak tahu, dan membantah jika dirinya terlibat terkait uang lelah.

Namun dari rekaman percakapan tersebut, saksi tak menampiknya. Dan raut wajah saksi yang berubah dan mulai grogi itu, langsung ditertawakan pengunjung sidang.

Selain bersaksi dipersidangan dengan terdakwa Eka Darma Putra. M Roem Zein juga memberikan kesaksiannya dipersidangan dengan terdakwa Rahmad Syahputra, Manager KSO PT Pembangunan Perumahan (PP), dengan majelis yang sama yakni, Krosbin L Gaol.

Seperti diketahui, JPU KPK mendakwa Eka Darma Putra, Kasi Sarana dan Prasarana Dispora Riau dan Rahmad Syahputra, Manager KSO PT PP. Karena telah melakukan tindak pidana korupsi suap kepada anggota DPRD Riau.

Dimana uang pemberian hadiah (suap) tersebut, merupakan pemberian untuk perubahan Ranperda nomor 6 tahun 2010 tentang pembangunan stadion PON ke XVIII. Atas perbuatannya, terdakwa didakwa melakukan tindak pidana korupsi dengan cara memberikan suap dijerat dengan pasal 13 UU no 31 tahun 1999 junto 55.***(har)

Tags: , , , ,

About riauku

myself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: