Kacang Kedelai Langka atau Ditimbun, Ada Lima Gudang Misterius di Dumai

RPO-Kendati terjadi krisis pasokan kacang kedelai sepekan ini di Pulau Jawa, namun di Kota Pekanbaru belum terdengar ibu rumah tangga mengeluh beli tempe.

Dalam pengamatan RPO di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru Kamis tadi (26/7), belum ada terdengar ibu rumah tangga mengeluh beli tempe. Malah sejumlah ibu-ibu ada yang tak tertarik beli tahu tempe karena memang mereka tak tertarik dengan produk tersebut. Kaum ibu malah suka beli kentang, petai dan jengkol dari pada tempe dan tahu.

Budaya makan tahu tempe menurut kaum ibu di Pekanbaru hal ini utamanya terjadi di Pulau Jawa. Di Sumatera tempe dan tahu bukan makanan yang utama. Menurut seorang ibu rumah tangga di Pekanbaru Ny Murni yang sempat belanja tempe di Pasar Pagi Arengka Pekanbaru Kamis tadi (26/7) baginya tak ada masalah dengan tempe saat dia membeli tempe pagi tadi. ”Rasanya harga tempe biasa-biasa saja, tak ada yang saya keluhkan tentang tempe walau ada kenaikan harga kacang kedelai,” katanya enteng.

Sementara dari investigasi RPO ke sejumlah truk ekspedisi yang membawa makanan dan minuman kaleng asal luar negeri termasuk sembako dari Dumai ke Pekanbaru masih tetap ada membawa berkarung-karung kacang kedelai impor asal Amerika dan kacang tanah asal India. Dari sumber RPO, ada lima gudang besar di kawasan Bukit Kapur Dumai yang menyimpan berkarung-karung kacang kedelai dan kacang tanah termasuk makanan-minuman kaleng eks luar negeri. Gudang ini cukup besar truk interkuler bisa masuk ke dalam gudang dan berputar-putar di dalamnya. Gudang ini dijaga ketat oleh sejumlah aparat berbagai kesatuan dan petugas instansi lainnya termasuk
organisasi Ormas pemuda.

Gudang ini sudah pernah didatangi petugas Penyidik Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru beberapa waktu lalu, namun ditolak dan diusir oleh penjaga gudang berlapis itu. Gudang ini perlu digeledah dan perlu diketahui apa yang mereka simpan di dalam gudang misterius itu serta siapa pengelola dan pemiliknya.

Untuk mengetahui pasokan apa yang dibawa truk-truk dari Dumai menuju Pekanbaru bisa dirazia di Simpangbingung Rumbai Pekanbaru. Setiap hari siang-malam puluhan truk Colt Diesel membawa sembako termasuk makanan-minuman kaleng, buah impor dari luar negeri. Demikian juga pelabuhan rakyat yang jumlahnya sekitar 28 buah di pinggir Sungai Siak Pekanbaru juga ada kegiatan bongkar sembako dan makanan-minuman kaleng asal luar negeri selama Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1433 H ini.(azf)

Tags: , , , , ,

About riauku

myself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: