Rp97,9 miliar dana PON Riau dilarang dicairkan

Pekanbaru, Riau (AN)- DPRD Provinsi Riau tidak memperkenankan penggunaan dana sedikitnya Rp97,9 miliar untuk PON XVIII yang sudah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2012.

Anggota Badan Anggaran DPRD Riau, Ramli FE, di Pekanbaru, Rabu, mengatakan, anggaran itu sudah dialokasikan namun pencairannya tidak bisa sembarangan karena ada konsekuensi hukum yang harus dipenuhi.

Banggar DPRD Riau berpendapat alokasi dana tak bisa dicairkan karena Perda yang mengatur pengikatan anggaran dua proyek itu sudah kadaluarsa pada tahun 2011.

Setelah skandal gratifikasi revisi Perda terkait pembiayaan proyek PON Riau terbongkar KPK, persiapan khususnya pendanaan di DPRD Riau sedikit terhambat. 10 anggota DPRD Riau sebagai tersangka kasus gratifikasi PON Riau.

“Itu sudah dianggarkan tapi tak bisa dicairkan, tunggu payung hukumnya dulu,” katanya.

Alokasi dana tersebut sebenarnya sudah disahkan dalam APBD Perubahan di DPRD Riau pada Senin (23/7), namun Banggar memberikan tanda bintang pada penambahan anggaran itu yang artinya tak bisa dicairkan.

Sejumlah anggaran yang diberi tanda bintang adalah penambahan untuk lapangan menembak Rp1,9 miliar, stadion utama Rp71 miliar dan untuk insfrastuktur stadion utama Rp25 miliar.

“Mengenai payung hukumnya, kita sudah melaporkannya ke Kementerian Dalam Negeri. Berapa lama prosesnya, itu tergantung di kementerian,” ujarnya.

Tags: , , ,

About riauku

myself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: