Ketua DPW PKB Riau Dijebloskan ke Penjara

Pekanbaru – Kejaksaan Negeri (Kajari) Pekanbaru akhirnya mengeksekusi Ketua DPW PKB Riau Riki Hariansyah setelah divonis MA 6 bulan penjara dalam kasus penipuan. Anggota DPRD Riau itu kini mendekam di LP Pekanbaru.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Pekanbaru, Abun Hisbullah mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (10/3/2011). Menurut Abun, pihaknya telah menjalankan putusan MA terhadap. Terpidana kasus penipuan proyek ini telah dieksekusi pada Rabu (9/3) kemarin sekitar pukul 16.00 WIB.

“Riki sudah kita eksekusi kemarin sore. Riki kita anggap cukup kooperatif dalam masalah ini. Riki datang sendiri tanpa didampingi pihak keluargnya dan pengacaranya. Sore itu juga ketika menyerahkan diri, langsung kita antarkan ke LP Pekanbaru,” kata Abun.

Namun demikian, Abun tidak mengetahui secara pasti di ruang mana Riki ditahan. “Soal dimana ruangannya saya tidak tahu pasti. Tugas kita hanya mengantarkan Riki ke LP, selanjutnya kita serahkan kepada LP di mana ruangan tahanannya,” kata Abun.

Kasus penipuan ini terjadi saat Riki belum menjabat anggota DPRD Riau. Riki anak kesayangan Bupati Siak Arwin AS ini, terlibat kasus penipuan bisnis proyek di lingkup Pemkab Siak. Selaku anak bupati, Riki dikenal dapat mengatur sejumlah proyek miliaran rupiah. Lantas Riki menjanjikan kepada Direktur PT Anak Negeri, M Nasir untuk mendapatkan proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Olahraga Kabupaten Siak.

Untuk mendapatkan proyek tersebut, Riki meminta kepada M Nasir untuk memberikan uang upeti sebesar Rp 1,5 miliar. Setelah uang diterima, ternyata M Nasir tidak kunjung mendapatkan proyek seperti yang dijanjikan Riki. Dari kasus penipuan ini, M Nasir yang saat ini merupakan anggota DPR, melaporkannya ke Polda Riau pada tahun 2007 silam. Kasus inipun berujung di pengadilan bahkan sampai Mahkamah Agung.

Setelah empat tahun lamanya, pada Februari 2011, MA memvonis 6 bulan penjara untuk Riki. Ayah Riki,  Bupati Siak, Arwin AS juga berstatus tersangka KPK dalam tindak pidana kehutanan. Namun sejuah ini KPK belum menjebloskan Arwis AS ke dalam penjara.

Sekjen DPP PKB, Imam Nahrowi yang beberapa kali dihubungi detikcom terkait putusan MA tersebut, tidak bersedia menerima telepon. Termasuk pesan SMS yang dikirimkan kepadanya juga tidak mendapat balasan.

(cha/fay)

Tags: , , ,

About riauku

myself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: