Kampanye Hitam Greenpeace Picu Harga TBS Terus Turun

Secara global, triwulan I 2010 trend harga TBS sawit turun. Gapki menilai itu dampak kampanye hitam yang dilakukan greenpeace.

Riauterkini-PEKANBARU-Kabid Evaluasi dan Hasil Produksi Dinas Perkebunan Riau, Ferry HC Putra Kamis (15/4/10) menyebutkan bahwa beberapa pekan terakhir ini, trend harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit turun. Kendati penurunan harga TBS relatif kecil di setiap pekannya, namun jika diakumulasikan cukup besar.

“Harga TBS memang turun di beberapa pekan terakhir. Penurunan bisa mencapai Rp 4 hingga Rp 5 rupiah perminggunya,” terangnya.

Katanya, penyebab turunnya harga TBS sawit di Riau khususnya merupakan dampak dari permintaan yang menurun. Bahkan beberapa perusahaan penampung CPO dari Indonesia melakukan kaji ulang kerjasama dengan perusahaan produsen CPO.

Hal senada dikatakan Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Riau, Wisnu Oriza Suharto Kamis (15/4/10). Kepada Riauterkini menyebutkan bahwa informasi sepihak yang dilakukan LSM internasional, Greenpeace, membuat perusahaan ‘memutus’ kontrak dengan beberapa perusahaan produsen CPO di Indonesia dan Riau.

“Kampanye lingkungan yang dilakukan Greenpeace perlu dilakukan kajian ulang. Kalau perlu ada lembaga independen untuk melakukan uji terhadap kampanye tersebut. Karena itu sangat merugikan perusahaan dan petani sawit,” terangnya.

Dengan turunnya ekspor akibat pasokan CPO dari Indonesia dikaji ulang menurut Wisnu merugikan petani sawit. Sebab perusahaan akan lebih mengutamakan TBS produksi perkebunan sawitnya dulu untuk diekspor. Sedangkan TBS petani, harus mengantri. Ujung-ujungnya, harga TBS turun.

Ketua Asosiasi Petani Sawit PIR Riau, Setiyono menyatakan bahwa memang beberapa pekan terakhir ini harga TBS sawit di tingkat petani turun. Kondisi tersebut membuat petani resah. Pasalnya, dengan turunnya harga TBS sawit membuat pemenuhan kebutuhan hidup juga penurun.

“Harga TBS di tingkat petani habis untuk membeli pupuk dan perawatan kebun. Apalagi harga pupuk kini mahal akibat langkanya pupuk di pasaran. Sementara kebuuhan hidup sudah menunggu untuk segera dipenuhi,” terangnya.***(H-we)

berita terkait:

http://www.antaranews.com/berita/1270631205/unilever-mungkin-tinjau-ulang-pemutusan-kontrak-smart

http://www.antaranews.com/berita/1271266361/balas-boikot-cpo-ue-petani-ajak-boikot-produk-nestle-unilever

http://www.antaranews.com/berita/1271242035/solidaritas-petani-sawit-protes-pemutusan-kontrak-impor

Tags: , ,

About riauku

myself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: