Pengadilan Tokyo Tolak Gugatan Warga Eks Waduk Koto Panjang

Tokyo – Pengadilan Tokyo menolak gugatan ribuan warga Indonesia dan aktivis lingkungan yang mengklaim bahwa Waduk Koto Panjang yang didanai pemerintah Jepang menyebabkan kerusakan lingkungan dan membuat mereka kehilangan tempat tinggal.

Sekitar 23 ribu warga direlokasi setelah PLTA Waduk Koto Panjang yang dibangun atas bantuan Jepang membanjiri pemukiman mereka.

Sebanyak 8.400 penggugat menuntut kompensasi 42 miliar yen atau US$ 452 juta dan mendesak agar pemerintah Jepang menekan Jakarta memindahkan waduk dan mengembalikan pemukiman mereka seperti sediakala.

Pengadilan Tokyo menolak gugatan itu dan menyatakan bahwa pemerintah Indonesialah yang bertanggung jawab pada jaminan persetujuan dari masyarakat dan menaksir dampak lingkungan yang timbul sebelum memberi lampu hijau pada Jepang. Demikian dilansir AFP, Kamis (10/9/2009).

“Kasus ini adalah masalah internal pemerintah Indonesia,” ujar hakim Yasuhi Nakamura seraya menambahkan pemerintah Jepang bertindak sesuai prosedur sebelum membangun waduk itu.

Menurut aktivis lingkungan, Waduk Koto Panjang yang terletak di perbatasan Riau dan Sumbar dibangun dengan ongkos US$ 300 juta dan menenggelamkan 12.400 hektar lahan penduduk. Jepang adalah donatur paling besar proyek itu. Gugatan ini didaftarkan pada 2002 silam dan mulai disidangkan tahun 2003.

Nurul Hidayati – detikNews

About riauku

myself

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: