Ditanya Sumbangsih, Dirut Chevron Gusar

Photobucket

Dirut PT.CPI Suwito Anggoro meradang. Ia gusar saat ditanya soal sumbangsih perusahaannya kepada Riau, terkait pencapaian produksi 11 miliar barel minyak.

Riauterkini-PEKANBARU- Direktur Utama (Dirut) PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) meradang saat ditanya wartawan mengenai tanggapannya terhadap anggapan sebagian pihak, bahwa sumbangsih CPI terhadap Riau tak sebanding dengan apa yang telah didapat dari daerah ini, mengingat produksi komulatif minyak CPI sudah melampau 11 miliar barel sejak beroperasi di Riau tahun 1956. Prasasti pencapaian tersebut hari ini ditandatangani Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Gubri M Rusli Zainal, Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas R Priono dan Suwito sendiri di Minas, Kabupaten Siak.

Wawancara yang dilakukan beberapa wartawan, termasuk riauterkini di ruang VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim (SKK) II Pekanbaru, Selasa (17/2/09) sambil menunggu keberangkatan Menteri ESDM ke Jakarta. Suwito menjelaskan, bahwa pencapaian produksi komulatif 11 miliar barel minyak mentah perusahaannya bukan target berkala. “Tidak bisa disebut apakah pencapaian tersebut secara waktu sudah sesuai target, karena kami tak pernah menetapkan target pencapaian dengan patokan waktu, melainkan kami lakukan sesuai prosedur teknis yang ada,” paparnya.

Suwito lantas mengatakan, bahwa produksi seluruh ladang minyak perusahaannya di Riau saat ini jauh dari puncak pencapaian yang pernah sampai sejuta barel sehari. “Sekarang tinggal sekitar 390 ribu barel setiap harinya. Usianya ladangnya sudah tua. Sudah limapuluh tahun,” tukasnya.

Ketika ditanya, apakah CPI tidak berniat membuat sebuah program fenomenal yang langsung memberi manfaat nyata bagi masyarakat Riau sebagai prasasti pencapaian 11 miliar barel? Suwito mengatakan pihaknya tak memiliki rencana seperti itu, karena hasil minyak yang didapat di Riau mayoritas untuk negara, bukan untuk perusahaannya. “Bagian kita hanya sekitar sepuluh persen. Sembilanpuluh persennya untuk negara,” tukasnya lagi.

Tak lama kemudian Suwito menunjukkan perubahan sikap. Ia menjadi gusar ketika ditanya tanggapannya terhadap anggapan sebagian pihak, bahwa sumbangsih CPI masih sangat kecil, dibandingkan dengan sedemikian besar yang telah didapat dari daerah ini. Dengan nada agak tinggi ia menyergah, “Kalau tak punya data, jangan mengatakan itu!”

Suwito kemudian memanggil Djati Susetya yang berdiri tak jauh darinya. “Pak Jati sini. Jelaskan apa saja yang telah kita buat untuk Riau,” perintahnya sambil meninggalkan wartawan. Namun Djati yang diminta memberi penjelasan lanjutan sama sekali tak berkata apupun kepada wartawan.***(mad)

Tags: ,

About riauku

myself

One response to “Ditanya Sumbangsih, Dirut Chevron Gusar”

  1. omuda says :

    jangan tanya CPI, tanya pejabat di Riau mulai dari camat sampe gubernur.🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: