Daerah tujuan wisata di Pasir Pengaraian ROHUL
Wisata Air. Sungai Rokan Kiri yang mengalir melintasi kota ujungbatu salah satu potensi untuk wisata air deras, atau wisata petualangan dengan menggunakan boat ke hulu sungai yang deras dengan tebing-tebing sungai yang cadas sekaligus dapat menyaksikan hutan sekunder disepanjang sungai, sambil melihat kehidupan tepi sungai sekitar 1 jam perjalanan kita akan jumpai air terjun hujan lobek di tebing sungai, dihulu sungai ada dua air terjun yang cukup tinggi yaitu air terjun sungai murai dan air terjun sungai tolang. Baca Lanjutannya…
Pulau-pulau Terdepan Perlu Perhatian Khusus
“Memang dulu, Pulau yang kita miliki seperti Pulau Batu Mandi jadi rebutan antara Sumatera Utara dan negara tetangga Malaysia. Pernah juga 10 tahun silam diklaim oleh Malaysia. Tapi, Alhamdulillah sekarang tidak menjadi permasalahan dikarenakan kita sudah bangun Pulau tersebut,” papar Bupati Rokan Hilir H Annas Ma’amun dalam rapat pertemuan kunjungan kerja Danrem 031 Wirabima, Kol (Inf) Toto S Moerasyad, Sip, MM ke Kota Bagansiapi-api, di lantai IV Kantor Bupati Rokan Hilir, Senin (8/6) kemarin. Baca Lanjutannya…
Bakar Tongkang, Tradisi Tionghoa Bagan Siapiapi
Kabag Humas Setda Rohil, Hamzah kepada Dumai Pos menyebutkan, direncanakan kegiatan itu juga akan dihadiri Menteri Negera Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Pasca Suseta, Gubernur Riau (Gubri), HM Rusli Zainal serta ribuan wmarga Tionghoa. Baca Lanjutannya…
Resmikan FTZ, SBY Berharap Kawasan BBK Jadi Pintu Masuk Investasi Asing
Batam – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Perdagangan Bebas di pulau Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) di Provinsi Kepulauan Riau. Presiden berharap ketiga kawasan itu bisa menjadi pintu gerbang bagi masuknya investasi asing. Presiden SBY juga berharap agar ketiga lokasi ini dapat berfungsi sebagai sentral pengembangan industri sarat teknologi sebagai tempat pengumpulan dan penyaluran hasil produksi dari dan ke seluruh wilayah Indonesia serta negara lain, dan menjadi pusat pelayanan lalu lintas kapal internasional. Demikian dikatakan Presiden SBY saat meresmikan dimulainya pelaksanaan FTZ Batam, Bintan, dan Karimun di kawasan Wisata Coastarina Batam Centre, Senin (19/1/2009) seperti dikutip dari situs PresidenSBY.info. “Untuk meningkatkan investasi di Batam, Bintan, dan Karimun, kita telah bekerjasama dengan Singapura, dan dalam pelaksanaannya dikoordinasikan Joint Working Group dan Joint Steering Commitee. Dalam tiga tahun terakhir sejak Juli 2006, telah ditetapkan target peningkatan ekspor, investasi asing dan penyerapan tenaga kerja di kawasan ini,” SBY menjelaskan. Dimulainya kawasan perdagangan bebas ini menurut Presiden SBY antara lain karena ketiga pulau itu memiliki letak geografis yang sangat strategis dalam jalur lalu lintas perdagangan internasional. “Kita harus dapat meningkatkan peluang ini dengan mendayagunakan letak strategis ketiga pulau itu dan tentunya pulau-pulau lain di seluruh Indonesia untuk menjadi tempat pengembangan dan pertumbuhan perdagangan dan investasi di negeri kita,” kata SBY. SBY pun mengungkapkan, Indonesia telah meningkatkan target ekspor dari US$ 6,2 miliar pada tahun 2005 menjadi dua kali lipat pada tahun 2009. “Kita juga meningkatkan untuk meraih investasi kumulatif sebesar 1 milyar dollar AS, dan menciptakan lapangan kerja baru kumulatif sebesar 130 ribu orang. Baca Lanjutannya…






