ISG Dipindah, Riau Tak Terima

JAKARTA (RP) – Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berencana memindahkan pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) III 2013 dari Pekanbaru, Provinsi Riau ke DKI Jakarta. Itu baru usulan untuk dibahas di tingkat menteri sebelum diputuskan Presiden.

Namun, Panitia Daerah (Panda) Indonesia Islamic Solidarity Games Organizing Committe (Inaisgoc) merasa terkejut dengan adanya usulan tersebut. Panitia daerah di Riau tidak akan menerima begitu saja. Apalagi sejauh ini persiapan terus dilakukan, salah satunya perekrutan Liaison Officer (LO).

Selain itu, Panda Inaisgoc yang sudah di-SK-kan Presiden RI juga belum menerima secara resmi pemberitahuan rencana itu hingga Senin (22/4) malam tadi. Panda Inaisgoc yang sejak 2010 lalu berupaya membawa pelaksanaan multiiven olahraga terbesar negara-negara Islam itu ke Riau, juga akan menyiapkan langkah mempertanyakan secara resmi bila pemindahan tersebut benar-benar diputuskan.

‘’Belum dapat info resmi, dan belum bisa kita terima begitu saja, karena persiapan sudah cukup lama,’’ kata Ketua I Panda Inaisgoc, Syamsurizal ketika dikonfirmasi Riau Pos sekitar pukul 20.00 WIB malam tadi.

Menurut Syamsurizal, dirinya akan membahas lebih lanjut dengan menggelar rapat bersama panitia daerah yang nantinya dijadwalkan dipimpin Ketua Umum Panda Inaisgoc, HM Rusli Zainal. Namun itu semua menunggu surat resmi jika memang benar dilakukan Panitia Pusat Inaisgoc.

‘’Akan kami pelajari dulu apa benar atau tidak usulan tersebut,’’ lanjutnya.

Sementara itu Ketua Panda Inaisgoc yang juga Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal hingga malam tadi belum memberikan komentar resmi terkait hal ini. Kepala Biro Humas Setdaprov Riau, Noverius mengaku, hingga malam tadi belum ada arahan dari Gubri terkait hal itu.

Jawaban serupa juga disampaikan mantan Karo Humas Setdaprov Riau Chairul Rizky. Karena, seperti diketahuinya, sejak dua tahun terakhir, Gubri lah yang mengupayakan ISG digelar di Indonesia dengan lokasi di Pekanbaru. ‘’Dengan bolak-balik ke negara Arab agar ISG bisa dilaksanakan di Riau. Jadi kalau ada perpindahan lokasi, tentu akan ada pernyataan resmi dulu dari pusat dan baru Gubri,’’ sahutnya.

Syamsurizal mengaku, saat dihubungi Riau Pos malam tadi, ia berada di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru setibanya dari Jakarta. Namun ia ke Jakarta bukan dalam kapasitas menghadiri rapat tersebut.

Ia juga membantah usulan perpindahan tersebut terkait permasalahan Stadion Utama yang belum rampung dan pelaksanaan Pilgubri pada awal September sehingga dikhawatirkan dengan persiapan ISG.

‘’Semua proses terus kita upayakan di Riau, jadi tidak bisa dibilang belum siap. Kendala anggaran juga dari pusat, bukan daerah,’’ lanjutnya. Di bagian lain, rapat terakhir ISG di Kemenpora kemarin yang memutuskan pemindahan itu tanpa dihadiri Ketua I Panda Inaisoc Syamsurizal dan Ketua II Emrizal Pakis. Seharusnya, menurut Emrizal Pakis, dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Panda Inaisgoc di Riau.

Emrizal Pakis mengaku tidak mengetahui pelaksanaan rapat kemarin sehingga hasilnya juga baru diketahui setelah ditanya wartawan. ‘’Apapun itu hasilnya, kalau tidak ada Panda di sana (rapat, red), seharusnya Panitia Pusat berkoordinasi terlebih dahulu dengan daerah sebelum mengeluarkan hasil, sehingga bisa dicarikan solusi terbaiknya,’’ ujarnya saat dihubungi malam tadi.

Dikatakan Emrizal, jika memang hal tersebut diputuskan, maka sebelum diinformasikan ke Presiden untuk mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pemindahan ISG, juga harus dikomunikasikan dengan kepanitiaan di daerah. Sebab selama ini rapat rutin selalu melibatkan Panda.

Selain itu, Riau ditunjuk sebagai tuan rumah juga berdasar SK dari Presiden, sehingga jika dipindah maka harus ada mekanisme yang harus dilewati pula. ‘’Kondisi ini harus didudukkan (Panda), apakah bisa diterima atau ada win-win solution yang lain,’’ lanjutnya.

Asisten II Setdaprov Riau tersebut menceritakan, kalau dirunut dari awal, dimulai dengan adanya tiga opsi. Tetap di Pekanbaru dengan waktu yang sama, tetap di Pekanbaru dengan waktu diundur, atau dipindahkan dengan waktu yang tetap. Opsi perpindahan seperti yang terakhir ini memang di luar dugaan Panda, sebab persiapan masih terus dilakukan.

Bahkan panitia pusat sebelumnya, seperti diketahui Emrizal, sudah menghapus opsi perpindahan. Setelahnya pembahasan terus dilakukan dan dalam rapat terakhir di Jakarta, keluar lagi keputusan diundur dan lokasi tetap dari Juni ke September. ‘’Kalau ruang pengunduran itu memang September, harusnya Riau dipertanyakan lagi apakah akan siap atau tidak di September?’’ kata Emrizal.

‘’Menurut saya jika digelar September, itu waktu persiapan kita lebih panjang. Kecuali dipindah dengan waktu tetap Juni bisa kita terima,’’ tegasnya. Disinggung mengenai proses Pilkada, Emrizal menegaskan, hal tersebut tidak berhubungan langsung, sebab proses Pilgubri lebih pada pemilihan sehingga pendekatannya akan berbeda.

Bagaimana dengan utang Stadion Utama? Ia menjelaskan, proses pembayaran utang, pihaknya sudah mendorong kepada pihak terkait untuk mencari solusi dengan menyiapkan langkah-langkah yang sudah terus diupayakan, baik solusi payung hukum dengan dana yang ada dinilainya masih akan ada waktu lima bulan kedepan.

‘’Pekerjaan rumput, dari kontraktor sudah terbuka untuk memperbaikinya. Demikian pula venue lain sedang dalam tahap persiapan untuk membenahi,’’ lanjutnya. Sehingga Emrizal mengimbau agar panitia pusat juga mendudukkan lagi bersama dasar pemikiran dipindahnya lokasi ke Jakarta sementara waktu pelaksanaan juga tidak sesuai dengan jadwal semula, karena aklhirnya diundur juga.

Di bagian lain, Provinsi Riau bersama kepanitiaan di daerah sudah mengupayakan persiapan sejak sebelum PON XVIII lalu. Di seluruh bidang persiapan terus digesa, salah satunya adalah perekrutan 650 Liaision Officer (LO) yang menguasai salah satu bahasa asing, yakni Inggris, Prancis dan Arab. Perekrutan LO yang sudah memasuki tahap pendaftaran yang diikuti 8.000 pelamar.

Sementara Bidang SDM untuk LO ISG, HM Wardan mengatakan, persiapan pihaknya sampai saat ini tetap berjalan dengan memproses sesuai jalurnya. ‘’Yang pasti sekarang pengunduran hingga September. Tidak ada petunjuk untuk dipindahkan sehingga tidak masuk dalam persiapan kita sejauh ini. Dengan begitu persiapan terus dilakukan,’’ kata pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Riau tersebut.

Sehingga, lanjutnya, kalau memang ada perubahan tempat tentu harus didudukkan terlebih dahulu dengan Gubri. Dari segi persiapan, seperti dikatakan Syamsurizal, memang prosesnya masih terus dilakukan Riau sebagai daerah yang ditunjuk semula sebagai tuan rumah. Sehingga jika memang benar terjadi perpindahan tempat, maka banyak hal yang harus didudukkan terlebih dahulu. (yud/egp)

Tag:, , , ,

About riauku

myself

One response to “ISG Dipindah, Riau Tak Terima”

  1. fitri says :

    Teruslah berjuang riau…, perjuangkan ISG tetap di RIAU.
    Jgn mau kita dilecehkan oleh menpora baru itu….,
    Memutuskan sesuatu tidak memakai logika n Hati nurani…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: