Batam – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Perdagangan Bebas di pulau Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) di Provinsi Kepulauan Riau. Presiden berharap ketiga kawasan itu bisa menjadi pintu gerbang bagi masuknya investasi asing. Presiden SBY juga berharap agar ketiga lokasi ini dapat berfungsi sebagai sentral pengembangan industri sarat teknologi sebagai tempat pengumpulan dan penyaluran hasil produksi dari dan ke seluruh wilayah Indonesia serta negara lain, dan menjadi pusat pelayanan lalu lintas kapal internasional. Demikian dikatakan Presiden SBY saat meresmikan dimulainya pelaksanaan FTZ Batam, Bintan, dan Karimun di kawasan Wisata Coastarina Batam Centre, Senin (19/1/2009) seperti dikutip dari situs PresidenSBY.info. “Untuk meningkatkan investasi di Batam, Bintan, dan Karimun, kita telah bekerjasama dengan Singapura, dan dalam pelaksanaannya dikoordinasikan Joint Working Group dan Joint Steering Commitee. Dalam tiga tahun terakhir sejak Juli 2006, telah ditetapkan target peningkatan ekspor, investasi asing dan penyerapan tenaga kerja di kawasan ini,” SBY menjelaskan. Dimulainya kawasan perdagangan bebas ini menurut Presiden SBY antara lain karena ketiga pulau itu memiliki letak geografis yang sangat strategis dalam jalur lalu lintas perdagangan internasional. “Kita harus dapat meningkatkan peluang ini dengan mendayagunakan letak strategis ketiga pulau itu dan tentunya pulau-pulau lain di seluruh Indonesia untuk menjadi tempat pengembangan dan pertumbuhan perdagangan dan investasi di negeri kita,” kata SBY. SBY pun mengungkapkan, Indonesia telah meningkatkan target ekspor dari US$ 6,2 miliar pada tahun 2005 menjadi dua kali lipat pada tahun 2009. “Kita juga meningkatkan untuk meraih investasi kumulatif sebesar 1 milyar dollar AS, dan menciptakan lapangan kerja baru kumulatif sebesar 130 ribu orang. Untuk memfasilitasi penanaman modal di kawasan ini, pada bulan Juni 2006 telah dibentuk pula unit pelayanan investasi terpadu di Batam,” kata SBY. Di tempat yang sama Presiden juga meresmikan proyek-proyek yang ada di Provinsi Kepulauan Riau. Proyek yang diresmikan antara lain, Jembatan Sei Gesek di Kecamatan Gunung Kijang, (Kabupaten Bintan, Tanjungpinang), Ekspandi Hotel Fase 2 PT. Nongsa Point Marina and Resort di Nongsa Batam, Kawasan Mega Wisata Octarina, (Batam Centre), dan Galangan Pabrikasi PT. Saipem Tanjung Balai (Karimun). “Sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, saya bersyukur dengan selesainya pembangunan proyek-proyek di Provinsi Kepulauan Riau ini. Semoga semuanya itu dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional, dan khususnya dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat di Kepulauan Riau,” tambahnya. Di akhir pidatonya, kepada Gubernur Kepulauan Riau Presiden SBY berpesan agar dapat memberikan fasilitas dan dukungan terhadap pelaksanaan FTZ agar dapat berjalan baik. “Lakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengintensifkan semua kegiatan investasi di wilayah ini, termasuk upaya pengamanannya. Wujudkan situasi yang kondusif dan berikan fasilitas untuk tumbuh dan berkembangnya kegiatan ekonomi yang produktif sesuai dengan rencana tata ruang wilayah nasional dengan tidak mengganggu keberlanjutan lingkungan hidup,” pesannya. Di akhir rangkaian acara, Presiden pun mengucapkan terima kasih kepada rakyat Kepulauan Riau via pantun. “Bunga selasih dari Jayagiri tidak pernah layu. Terimakasih masyarakat Kepri, thank you,” ujar SBY menutup sambutannya dengan berpantun
DIarsipkan di bawah: Wisata, ekonomi, sosial | Ditandai: ftz, perdagangan



salam kenal, opininya bagus juga. ajiri dong.