Telkomsel langsung gelar jaringan USO

JAKARTA (Bisnis): PT Telkomsel akan langsung menggelar pembangunan jaringan telepon perdesaan begitu penandatanganan kontrak dilakukan setelah dipastikan memenangkan semua paket pekerjaan universal service obligation (USO).

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Syarif Syarial Ahmad mengatakan pihaknya akan langsung menggeber pembangunan begitu penandatanganan kontrak dilakukan.

“Untuk daerah yang masih dalam jangkauan jaringan kami akan memasang repeater, sedangkan di wilayah yang tidak ada jaringan kami sama sekali akan mengandalkan satelit dan teknologi Pico GSM,” ujarnya.

Tentang langkah negosiasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk paket I, III, dan VI, Syarif menjelaskan penawaran Telkomsel untuk III dan VI memang di atas harga penawaran sementara (HPS) tetapi masih di bawah pagu. Namun untuk paket I, katanya, sudah di bawah HPS.

“Kita terbuka untuk bernegosiasi dengan pemerintah soal harga itu,” katanya sambil mengharapkan dari program USO ini akan ada dua juta pelanggan baru dari target mendapatkan 10 juta pelanggan tahun ini..

Telkomsel dipastikan menguasai program pengadaan telepon untuk ribuan desa-desa tertinggal setelah menjadi pemenang dalam tender paket pengerjaan II dan VII.

Hal ini karena untuk paket I, III, dan VI, pemimpin pasar seluler tersebut melaju sendirian dan tinggal bernegosiasi harga dengan panitia lelang Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan, Ditjen Postel.

Paket II meliputi wilayah Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung. Dalam paket ini Telkomsel bersaing dengan PT Indonusa System Integrator Prima, dan PT Indosat Tbk (gugur).

Sementara untuk paket tujuh mengerjakan wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Di wilayah ini anak usaha Telkom tersebut berkompetisi dengan PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia dan PT Indonusa System Integrator Prima.

USO rencananya akan menjamah 31.824 desa dari 32 provinsi. Jumlah ini menyusut 6.647 dari sasaran tender sebelumnya, yaitu 38.471 desa di seluruh Indonesia. Hal itu karena ada beberapa wilayah perdesaan yang telah terjangkau layanan seluler dan dikategorikan sebagai skema USO.

Adapun pagu anggaran paket untuk penggelaran telepon perdesaan mencapai sebesar 814, 82 miliar rupiah untuk tujuh paket pekerjaan, yang mencakup 11 blok wilayah pelayanan universal telekomunikasi (WPUT). Pagu tersebut dianggap sebagai bagian dari pembiayaan kegiatan penyediaan jasa akses telekomunikasi untuk lima tahun.

“Dari tujuh paket pengerjaan, memang hanya di II dan VII terjadi lelang murni. Dan ini telah diselesaikan dengan baik oleh panitia lelang kemarin,” Kepala Pusat Informasi Departemen Komunikasi dan Informatika Gatot S Dewo Broto.

Dijelaskannya, untuk paket tujuh Telkomsel menang dengan nilai total bobot 92,56 dan nilai harga penawaran 201.070.814.184 rupiah. Sementara di paket II nilai total bobot yang diraih sebesar 89,63 dengan nilai harga penawaran 333.070.219.110 rupiah.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: