Setelah Bom Bali I dan II yang dilakukan oleh Amrozi CS, Apakah Teror Bom Via SMS ke ADN 1717 milik polisi akan benar-benar Terjadi, apakah ini hanya gertakan saja yang dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab untuk menimbulakn keresahan dimasyarakat atau memang episode lanjutan dari Bom Bali I dan II yang mungkin dilakukan oleh penerus amrozi?
Jawabannya ada pada pihak kepolisian, pihak kepolisian harus bekerja keras menjaga keamanan negeri ini, agar teror–teror yang meresahkan masyarakat bisa diatasi, dan Teror BOM tidak pernah akan terjadi lagi.
Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira di kantornya, Jakarta, Rabu (5/11). Dengan begitu, polisi masih menyelidiki siapa orang yang mengirim SMS ke call center Polda Metro Jaya 1717.
Untuk itu Abubakar meminta kepada masyarakat agar tidak perlu panik terkait ancaman bom di sejumlah obyek keramaian. Karena pesan teror tersebut tidak jelas kebenarannya.
“Masyarakat tidak perlu resah. Silakan melakukan aktivitasnya sehari-hari. Kita Polri akan meningkatkan siaga pengamanan,” kata Abubakar.
Sedangkan surat ancaman pembunuhan melalui situs www.foznawarabbilkakbah.com, menurut dia, juga masih dilacak. Bahkan orang yang membuatnya disebut sebagai orang yang pintar.
“Dia pinter juga, kemarin dia langsung kan www.foznawarabbilkakbah.com. Setelah saya buka, dia kan sudah menyebar ke semua dotcom, yang lain sudah disebar. Malah setelah saya pencet sesuai dengan itu alamat emailnya, sudah ditutup. Karena kalau dia buka itu kan mudah dilacak. Yang jelas polisi akan menangani dengan serius,” urai Abubakar.
Surat ancaman di situs tersebut diteken Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra. Mereka menyerukan kepada umat Islam agar melakukan aksi balas dendam dan membunuh para pejabat Indonesia yang terlibat dalam eksekusi trio terpidana mati bom Bali tersebut.
Selain SBY-JK, turut disebut Menkum HAM Andi Mattalatta, Jaksa Agung Hendarman Supandji, dan Jampidum Kejagung Abdul Hakim Ritonga. Nama Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi juga disebut dalam surat pernyataan yang tertulis dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Arab, dan Inggris tersebut.[jib/sss
Teror via SMS, dengan kemajuan teknologi posisi pelakunya bisa gampang diketahui dengan melalui IMEI dan history MSISDN selular yang digunakan oleh pelaku dan juga bisa diketahui melalui VLRnya. Jadi jangan coba-coba iseng dengan teror sms niscaya kepolisian gak butuh waktu lama untuk mengetahui identitas anda.
DIarsipkan di bawah: kriminal, sosial, telematika | Ditandai: amrozi, bom, polisi, teror, teror bom, teror sms



Hey! Buat kalian2 yang ingin berdebat soal agama, ayo ke http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/ seru lho! Dijamin!
Btw, congratz buat Amrozi dkk karena Anda sudah lancar memasuki neraka tanpa birokrasi2 yg rumit! Moga2 72 gay yang dijanjikan selalu memperkosa Anda tiap menit. Seharusnya si stupid *ucking Amrozi dkk itu setelah ditembak dicincang dulu sampe kecil2, baru diblender, dimixer, kasi tepung+gula, baru dikasi makan ke babi2 hutan, nah babi2 hutan itu ditembak lagi, lalu dipanggang, lalu dimakan oleh si stupid gay Abu Bakar Baasyir!